Jerawat di pipi adalah bencana bagi siapapun, khususnya wanita.

Tidak ada yang menginginkan kemunculan bisul kecil tersebut, apalagi di wajah.


Lokasi Jerawat Lainnya

  1. Jerawat di pipi.
  2. Jerawat di dagu.
  3. Jerawat di hidung.
  4. Jerawat di dahi/jidat/kening.
  5. Jerawat di dada.
  6. Jerawat di punggung.
  7. Jerawat di kemaluan.
  8. Jerawat di kepala.
  9. Jerawat di bibir.
  10. Jerawat di leher.
  11. Jerawat di telinga.
  12. Jerawat di ketiak.

Sebab, ia bakal sangat mengganggu penampilan. Jangankan banyak, satu jerawat yang timbul di muka, entah itu pipi, hidung, dahi atau dagu saja bisa mengakibatkan dampak psikologis nan parah.

Orang dapat kehilangan rasa percaya diri alias minder karena hal itu.

Jerawat sendiri disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga stress.

Tapi, bukan berarti gangguan tersebut tidak bisa disembuhkan.

Anda bisa menggunakan kosmetik anti jerawat atau obat alami untuk melenyapkannya.

Penyebab Munculnya Jerawat di Pipi

Ada banyak faktor yang bisa mengundang kehadiran jerawat di bagian wajah, terutama pipi. Antara lain:

Bakteri

Propionibacterium acne adalah bakteri penyebab munculnya jerawat di area muka.

Ia dapat berkembang dengan cepat dalam kelenjar kulit manusia dan menimbulkan pembengkakan hingga iritasi.

Abses yang dipicu oleh bakteri tersebut umumnya meninggalkan bekas nan sulit untuk dihilangkan.

Debu dan Polusi

Kedua hal yang kerap kita temui ketika beraktifitas di luar ruangan itu bisa membawa dampak buruk pada kulit wajah.

Mulai dari kusam, berminyak sampai jerawat.

Resikonya meningkat apabila Anda tidak menggunakan masker untuk menghindari mereka.

Tidak Mengelap Keringat

Seperti debu dan kotoran, peluh yang dibiarkan menempel pada wajah terlalu lama, bahkan sampai tertidur dapat mengakibatkan berbagai masalah.

Sebab, ia mengandung bakteri yang menyebabkan timbulnya jerawat dan iritasi.

Jadi, bagi Anda yang gampang berkeringat, sering-seringlah mencuci muka agar terhindar dari gangguan tersebut.

Kurang Merawat Kebersihan Wajah

Saat Anda melakukan kegiatan sehari-hari, terutama outdoor, debu, kotoran serta bakteri dapat menempel di pipi.

Bila dibiarkan, polutan tersebut akan terus melekat dan menyumbat pori-pori wajah.

Jika hal itu terjadi, sebum yang diproduksi kulit akan berinteraksi dengan mereka dan akhirnya memunculkan jerawat.

Maka dari itu, disarankan untuk membersihkannya secara rutin dengan sabun khusus muka, minimal dua kali sehari.

Menyentuh Pipi dengan Tangan Kotor

Seringkali kita menyentuh area wajah, terutama pipi menggunakan telapak tangan secara refleks atau tanpa sadar, misal ketika menopangnya.

Sebetulnya, kebiasaan itu tidak menjadi masalah, asal telapak tangan dalam keadaan bersih.

Namun, kalau sebaliknya, kuman atau bakteri yang terdapat di sana bisa berpindah ke pipi dan memicu tumbuhnya jerawat nan membandel.

Oleh karenanya, selalu cuci tangan Anda setiap habis menyentuh benda-benda yang mengandung kedua organisme tersebut, seperti uang kertas, gagang pintu, kunci logam dan sebagainya.

Pemakaian Kosmetik

Make up adalah kebutuhan utama bagi sebagian besar wanita. Ia berguna untuk memoles wajah supaya terlihat semakin cantik.

Tapi, apabila dipakai dengan cara yang tidak tepat justru bisa menimbulkan jerawat di pipi.

Kosmetik yang terlalu tebal, misalnya. Akan menutup pori-pori kulit dan membuatnya tidak dapat bernapas.

Begitu pula dengan penggunaan make up untuk menutupi jerawat, malah akan membuatnya kian meradang di kemudian hari.

Selain itu, produk kosmetik yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga dapat menjadi faktor pemicu abses di bagian muka.

Alat Make Up Kotor

Tak hanya kesalahan dalam memilih dan mengaplikasikan make up, menggunakan alat kosmetik yang kotor pun bisa menyebabkan kulit mudah berjerawat. Brush perona pipi, contohnya.

Penggunaan Ponsel

Handphone merupakan tempat yang sering dipilih oleh bakteri dan kuman untuk berkembang biak.

Sehingga, apabila Anda memakainya untuk menelepon secara berlebihan, bukan tidak mungkin jerawat akan muncul di bagian pipi dan sekitarnya.

Resiko tersebut bisa meningkat bila ponsel yang Anda gunakan adalah model touchscreen nan membutuhkan sentuhan tangan guna mengoperasikannya.

Padahal, tangan merupakan sarang kuman dan bila dipakai untuk menyentuh layar smartphone, segala bakteri, kotoran serta minyak pada jari bisa beralih ke sana.

Jarang Mengganti Sarung Bantal

Seperti ponsel, sarung bantal juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Apalagi jika tidak rutin diganti dan dicuci.

Maka tidak heran bila jerawat bisa muncul di pipi Anda sewaktu-waktu.

Sebab, Anda pasti pernah tidur dengan posisi miring, entah ke kanan atau kiri.

Dalam keadaan itu, tentu pipi akan bersentuhan dengan sarung bantal.

Bila kuman beringsut ke wajah dan bertemu sebum, kehadiran jerawat tidak bisa dicegah.

Maka, disarankan untuk mengganti sarung bantal minimal seminggu sekali.

Mengkonsumsi Makanan dengan Kandungan Gula dan Susu

Makanan yang mengandung gula serta susu, seperti kue, keju dan semacamnya bisa menimbulkan jerawat.

Hal itu dikarenakan glukosa yang terdapat di dalamnya mampu memicu sensitifitas insulin.

Jika itu terjadi, produksi minyak di kulit wajah akan meningkat.

Sama halnya saat Anda meminum susu sapi.

Produk tersebut memiliki kandungan hormon yang berpotensi mengakibatkan hormon dalam tubuh tidak seimbang.

Sehingga, sebum menumpuk pada kulit dan menyumbat pori-pori.

Alhasil, munculnya jerawat di muka pun tak bisa dihindari.

Merokok

Baik perokok aktif maupun pasif beresiko mengalami bisul bernanah di wajah.

Untuk kategori yang pertama, menghisap rokok diketahui bisa merusak permukaan jaringan-jaringan nan kemudian menjadi sel kulit mati dan menyendat pori-pori yang melantarkan timbulnya jerawat.

Fakta tersebut telah dibuktikan oleh studi yang dilakukan terhadap 1.000 wanita di Roma, Italia.

Hasilnya, menunjukkan bahwa dari 42% dari mereka yang merokok mempunyai jerawat.

Kebiasaan buruk itu juga dapat menyebabkan kemampuan kulit untuk memulihkan diri secara alami berkurang, sehingga jerawat beserta bekasnya akan sulit dilenyapkan.

Sedangkan untuk kategori kedua, yakni perokok pasif tetap berpeluang memiliki jerawat, terutama bila sering terpapar asap rokok.

Fase Pubertas

Saat seseorang berada di fase pubertas atau peralihan dari masa remaja ke dewasa, ia akan mengalami ketidakseimbangan hormon.

Salah satunya androgen, hormon penyebab jerawat. Bila terjadi perubahan dan ketidakstabilan hormon, produksi minyak alami oleh kulit akan meningkat serta menimbulkan abses.

Fase Menstruasi

Jerawat di area wajah juga bisa dipengaruhi oleh siklus menstruasi.

Biasanya, itu dialami beberapa hari sebelum atau sesudah haid.

Penyebabnya sendiri sama dengan fase pubertas, yakni ketidakseimbangan hormon dan produksi sebum yang bertambah.

Stress

Saat seseorang mengalami stress berkepanjangan, tubuhnya akan mengeluarkan hormon stress yang dapat mengaktifkan reseptor pada jaringan-jaringan kulit.

Itu mengakibatkan produksi minyak menjadi tidak terkendali dan menutupi pori-pori yang berujung pada munculnya jerawat batu.

Cara Menghilangkan Jerawat Pada Pipi

Banyak metode yang bisa diterapkan guna memusnahkan jerawat, seperti menggunakan produk anti-acne, facial di salon hingga pergi ke dokter kecantikan.

Tapi, apabila ingin menangani gangguan tersebut dengan biaya murah, Anda dapat mengaplikasikan masker dari bahan-bahan alami di bawah:

Lemon

Bernama latin Citrus x limon, buah ini mengandung asam askorbat-L yang bisa mengurangi pembengkakan pada kulit berjerawat dan mengatasi tersumbatnya pori-pori wajah.

Anda hanya perlu mengoleskan perasan lemon pada area muka, lalu biarkan selama seperempat jam.

Setelah itu, bilas menggunakan air dingin.

Untuk hasil yang efektif, lakukan perawatan ini setiap hari.

Selain melenyapkan jerawat, ia juga akan membuat kulit wajah lebih cerah dan bebas dari noda-noda hitam.

Mentimun

Sayuran yang kerap dijadikan lalap ini kaya akan antioksidan, vitamin C, asam amino dan mineral yang bermanfaat untuk membantu proses detoksifikasi, menyapu bersih jerawat pada wajah serta melembabkan kulit.

Cukup dengan memotong timun tipis-tipis, lalu diletakkan pada seluruh wajah dan didiamkan selama 15 menit.

Kemudian, bilas memakai air hangat.

Jika ingin memperoleh hasil yang lebih optimal, silakan meminum jus mentimun dicampur perasan jeruk nipis.

Pepaya

Buah tinggi serat ini mengandung enzim papain yang berguna untuk mengikis sel-sel kulit mati.

Terdapat pula antioksidan serta vitamin nan bisa mengurangi peradangan dan mengatasi kulit kemerahan karena jerawat.

Jadikan pepaya sebagai masker dengan menghaluskannya sampai menjadi bubur.

Selanjutnya, beri satu sendok madu atau lemon dan oleskan ke area wajah yang berjerawat.

Diamkan selama 15 menit sebelum dibersihkan dengan air suam-suam kuku.

Bawang Putih

Bumbu dapur tersebut dari dulu telah dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, tak terkecuali masalah jerawat pada kulit muka.

Hal itu dikarenakan ia mengandung senyawa allicin yang bersifat antiseptik dan mampu melawan bakteri penyebab jerawat.

Bawang putih juga memiliki kandungan senyawa thiacremonon sulfur yang bisa mengeringkan jerawat dengan cepat.

Haluskan tumbuhan bernama ilmiah Allium sativum itu, kemudian oleskan pada abses.

Tunggu hingga beberapa menit, lalu seka atau cuci muka dengan air hangat.

Supaya hasilnya lebih maksimal, campur bawang putih dengan cuka sari apel sebelum diaplikasikan.

Madu

Sejak dulu madu telah dimanfaatkan untuk merawat kecantikan. Ia juga diyakini mampu mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk jerawat.

Sama dengan bawang putih, ia juga mengandung antiseptik yang bisa membunuh bakteri dan memulihkan pembengkakan akibat jerawat.

Tidak hanya itu, ia pun berguna sebagai probiotik alami yang dapat memusnahkan dan mencegah munculnya jerawat baru.

Tinggal oleskan beberapa tetes madu pada area yang berjerawat menggunakan kapas.

Biarkan sekitar 45 menit atau sampai kering dan lengket. Selanjutnya, bersihkan dengan air dingin.

Anda bisa menerapkan perawatan ini sebanyak tiga kali seminggu.

Scrub Gula

Bagi yang belum tahu, gula murni mengandung asam glikolat dan AHA yang efektif untuk membersihkan muka dari sel-sel kulit mati, jerawat serta bekas yang ditinggalkannya.

Ia juga bisa mengusir bakteri karena pada dasarnya dinding sel bakteri tidak tahan terhadap gula.

Untuk membuat scrub ini, Anda dapat mencampurkan dua sendok makan gula dan satu sendok makan air.

Setelah menjadi pasta, balurkan ke wajah, lalu tunggu selama 20 menit dan bilas dengan air hangat.

Pasta Gigi

Beberapa bahan aktif dalam pasta gigi, seperti triclosan, fluoride dan hydrogen peroksida berkhasiat untuk mencegah iritasi kulit, mengurangi peradangan serta mengeringkan jerawat.

Pemakaiannya cukup mudah, yakni oleskan bahan itu pada abses dan diamkan selama dua jam atau semalaman.

Bersihkan dengan air dingin, lalu keringkan menggunakan handuk.

Cara tersebut tidak dianjurkan untuk pemilik kulit sensitif.

Tapi, jika ingin mencobanya, pilihlah yang kandungan fluoride-nya rendah atau gunakan pasta gigi organik.

Demikianlah penyebab dan cara mengatasi bisul bernanah pada wajah.

Jika Anda tidak ingin jerawat di pipi makin parah, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat mengundang kedatangannya serta terapkan masker dari bahan alami di atas.

Foto bioclarity.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *