jerawat di bibir?

Anda sedang dirundung masalah ini?

Untuk mengatasinya sebaiknya pahami dulu penyebabnya.

Agar cara penanganannya juga tepat dan tidak menimbulkan permasalahan baru. Selain itu, ke depan bisa melakukan pencegahan supaya jerawat tidak muncul lagi.


Lokasi Jerawat Lainnya

  1. Jerawat di pipi.
  2. Jerawat di dagu.
  3. Jerawat di hidung.
  4. Jerawat di dahi/jidat/kening.
  5. Jerawat di dada.
  6. Jerawat di punggung.
  7. Jerawat di kemaluan.
  8. Jerawat di kepala.
  9. Jerawat di bibir.
  10. Jerawat di leher.
  11. Jerawat di telinga.
  12. Jerawat di ketiak.

Bisakah Jerawat Tumbuh di Bibir?

jerawat di bibir

Sumbatan produksi sebum, termasuk adanya kulit mati dalam jumlah berlebihan di folikel rambut yang tumbuh di permukaan kulit mengakibatkan munculnya jerawat.

Permasalahan kulit ini tidak hanya terjadi pada daerah wajah saja.

Tetapi juga bisa menyerang areal bahu, pundak, dada, punggung, dan leher.

Penyebab utamanya adalah sebasea atau kelenjar minyak di berbagai bagian tubuh tersebut kadarnya sudah berlebihan.

Nah, kelenjar minyak bisa memproduksi sebum, yang fungsinya adalah melumasi kulit dan rambut.

Sayangnya, kalau volumenya berlebihan sebum dan juga kulit mati bisa tertimbun di folikel rambut. Kemudian terjadilah penyumbatan.

Keadaan kulit yang tidak sehat atau cenderung kotor tersebut merupakan tempat ideal bagi perkembangan bakteri.

Sehingga akan menyebabkan peradangan atau inflamasi. Kemudian bermacam jenis jerawat pun tumbuh.

Seperti komedo, jerawat nanah dan bahkan jerawat batu yang sulit untuk disembuhkan.

Periksa Dulu Benarkah Jerawat atau Herpes?

Nah, bibir ternyata tidak memiliki banyak kelenjar minyak di sekitarnya. Sehingga kalau muncul seperti jerawat di bagian ini, bisa jadi bukan jerawat pada umumnya.

Tetapi sebagai indikasi adanya permasalahan kulit lain. Apakah sebenarnya yang terjadi pada daerah bibir tersebut?

Gangguan kulit bisa terjadi di areal bibir.

Biasanya muncul seperti benjolan, dan bisa juga nampak seperti lenting atau luka lepuh.

Permasalahan kulit ini muncul sebagai indikasi serangan infeksi dari virus herpes simpleks.

Biasanya virus ini berkembang secara berkelompok di suatu areal permukaan kulit.

Memang bagi orang awam, keadaan tersebut terlihat seperti ada sekumpulan jerawat.

Beda jerawat dan herpes adalah kalau jerawat dapat tumbuh di daerah tubuh lainnya.

Sedangkan kalau lenting herpes simpleks umumnya hanya tumbuh di satu daerah saja dalam waktu bersamaan.

Biasanya herpes ini hanya muncul di areal kemaluan dan mulut saja. Nah, selain faktor daerah munculnya permasalahan kulit tersebut, ada unsur lain yang menjadi pembeda antara herpes dan jerawat. Apa sajakah itu?

    • Kalau jerawat akan terasa sakit bila disentuh. Sedangkan kalau menderita herpes, Anda akan merasa perih dan gatal seperti kulit terbakar.
    • Jerawat merupakan benjolan yang biasanya berisi nanah atau zat radang dan komedo. Tapi kalau herpes terlihat layaknya kulit melepuh.
  • Jadi meskipun jerawat dan herpes bisa muncul di area ujung bibir, dengan informasi ini Anda sudah bisa melakukan deteksi dini. Perbedaan yang sangat jelas adalah kalau lenting herpes selalu hadir secara berkelompok. Sedangkan kalau jerawat tumbuhnya hanya satu per satu dan hanya muncul di sejumlah titik saja tidak berkelompok.

Penting untuk diketahui kalau lenting herpes bisa dibarengi dengan beragam gejala herpes simpleks lain.

Gejala itu seperti rasa gelisah, nyeri otot, kelelahan, demam, rasa sakit, dan terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di daerah leher.

Jadi kalau jerawat di bibir terlihat seperti lenting, dan Anda juga mengalami berbagai gejala menyakitkan tersebut, maka jangan sepelekan kondisi itu.

Untuk memastikan apakah permasalahan kulit tersebut adalah jerawat atau herpes, Anda harus segera melakukan konsultasi dengan dokter kulit.

Biasanya melihat adanya jerawat di areal wajah seseorang tidak sabar ingin menyingkirkannya.

Mungkin Anda juga sering melakukannya, dengan memecahkan benjolan tersebut.

Tapi untuk mencegah terjadinya dampak lebih parah, cara tersebut jangan pernah Anda lakukan.

Sebab kalau ternyata memang permasalahan kulit itu adalah herpes, maka tindakan itu bisa berbahaya.

Hal ini karena herpes terbilang penyakit menular seksual.

Sehingga gampang sekali menyebar,kalau terjadi kontak langsung dengan kulit.

Termasuk bila terkena air liur dari penderita herpes.

Karena itu, penyakit ini harus segera mendapatkan penanganan segera secara tepat.

Apa Pemicu Jerawat Di Bibir?

Nah, kalau memang munculnya benjolan di bibir tersebut adalah jerawat, maka Anda juga perlu memahami berbagai fakta lain seputar permasalahan kulit ini.

Apa saja yang seharusnya Anda ketahui?

    • Secara umum, peradangan kulit berupa jerawat bisa terjadi karena infeksi bakteri.
    • Jerawat bisa diturunkan. Jadi kalau keluarga Anda mempunyai riwayat kulit berjerawat, maka kemungkinan besar Anda juga mudah berjerawat. Jadi harus rajin merawat kulit, agar permasalahan kulit ini bisa dicegah lebih dini.
    • Kondisi jerawat bisa semakin buruk kalau penderitanya mengalami stres.
    • Androgen adalah hormon yang dapat mengakibatkan kelenjar sebasea menjadi makin besar. Termasuk bisa menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak. Hormon tersebut mudah melonjak kadarnya saat seseorang memasuki usia remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Jadi perlu diwaspadai ketika seseorang memasuki fase pubertas. Selain itu masa awal kehamilan, dan pengaruh pil kontrasepsi juga bisa memicu munculnya jerawat. Tingkat hormon Androgen pada wanita lebih rendah ketimbang pria. Oleh karenanya, kaum hawa lebih rentan mengalami jerawat dengan kondisi cukup parah.
    • Pengaruh penggunaan obat-obatan, semisal androgen, lithium, dan kortikosteroid.
    • Sering mengonsumsi makanan kaya karbohidrat, cokelat dan susu juga bisa menyebabkan munculnya jerawat.
    • Kondisi jerawat bisa semakin buruk dan terjadi iritasi pada kulit, kalau seseorang membersihkan kulitnya memakai sabun yang formulasinya keras atau mengandung zat berbahaya lain.
    • Tekanan atau gesekan pada kulit ketika menggosok muka terlalu kencang ketika mandi bisa juga memicu tumbuhnya jerawat atau memperparah kondisinya. Selain itu, pemakaian ponsel, tas punggung, dan mengenakan pakaian dengan kerah terlalu ketat juga bisa memicu munculnya jerawat.
    • Pola hidup dan pola makan yang tidak sehat juga memicu jerawat makin parah. Selain itu, durasi tidur yang tidak mencukupi, paparan debu, kotoran dan polusi juga semakin berpengaruh besar terhadap munculnya jerawat di bibir.
    • Konsumsi makanan berminyak dan pedas secara berlebihan. Sebab bisa meningkatkan produksi minyak berlebihan di areal wajah. Apalagi bagi mereka yang memiliki alergi terhadap makanan tersebut. Maka risiko munculnya jerawat semakin besar.
    • Terpapar pasta gigi. Jerawat di areal bibir bisa saja diakibatkan oleh paparan pasta gigi. Hal ini bisa terjadi karena kulit bibir alergi terhadap kandungan pasta giginya. Oleh karena itu, pilihlah pasta gigi yang aman untuk kulit Anda.
  • Mengalami konstipasi atau sembelit. Susah buah air besar dalam waktu lama, bisa saja berdampak pada permasalahan kulit, dengan munculnya jerawat. Karena kondisi tersebut sebagai indikasi adanya permasalahan pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, kalau mengalami kondisi ini harus segera mengatasinya. Agar tidak menjalar pada permasalahan atau munculnya penyakit lain.

Bagaimana Cara Mengobati Jerawat Di Bibir?

Dengan informasi singkat di atas, tentunya Anda sudah memiliki kesimpulan terhadap kondisi jerawat di bibir.

Jadi tidak konsumsi obat-obatan tertentu, menghindari asupan makanan tidak sehat, mencegah terjadinya stres dan memelihara kebersihan serta kesehatan kulit menjadi cara sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan jerawat di bagian tubuh mana pun.

Baik itu jerawat ringan hingga jerawat yang bandel sekalipun.

Nah, sebagai tindakan nyata agar jerawat tidak gampang tumbuh di bibir dan bagian tubuh lainnya, apakah yang bisa dilakukan?

Kebiasaan Baik Untuk Mencegah Jerawat

Berikut ini berbagai saran yang bisa dijadikan aktivitas rutin.

    • Membiasakan diri untuk mencuci muka setidaknya dua kali dalam sehari. Anda bisa menggunakan sabun dengan bahan ringan dan lembut. Sehingga tidak malah memicu kerusakan kulit dan tumbuhnya jerawat.
    • Kalau rambut sudah terasa berminyak, segeralah untuk mencucinya atau keramas.  Sebab kondisi rambut yang kotor dan berminyak juga bisa mengakibatkan tumbuhnya jerawat di bagian wajah. Khususnya bagian tubuh yang dekat dengan rambut.
    • Sebaiknya Anda tidak memakai produk, seperti astringent, masker dan scrub wajah. Sebab berbagai produk tersebut terbukti bisa mengakibakan iritasi pada kulit. Tapi kalau tetap ingin menggunakannya, ada baiknya untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter.
    • Anda bisa mengandalkan produk yang diformulasi untuk mencegah dan mengatasi jerawat dengan komposisi bahan khusus. Seperti asam salisilat, resorcinol, sulfur atau belerang, dan benzoil peroksida. Penting untuk tetap memerhatikan saran pemakaian, dan ketahui efek samping dari penggunaan produk tersebut. Agar tidak terjadi hal yang memperparah kondisi kulit. Karena itu dalam pemakaiannya, Anda harus dalam dampingan atau sesuai resep dokter.
    • Pastikan selalu bersihkan muka dari berbagai sisa makanan, yang bisa saja melekat di permukaan kulit muka. Khususnya kulit di sekitaran wajah.  Sebab kalau tidak dibersihkan, sisa makanan tersebut menjadi tempat terbaik bagi bakteri. Kalau sudah begitu, peradangan kulit akan mudah dan cepat terjadi.
    • Kalau Anda sering beraktivitas di luar ruangan, sangat disarankan untuk mengoleskan tabir surya  di sekitaran wajah dan leher. Tapi penting pula memilih produk yang bagus, yakni yang bebas minyak. Sehingga produk kecantikan tersebut bisa meminimalisir atau menangkal dampak buruk dari paparan terik matahari. Sebab terpaan sinar ultraviolet bisa memicu munculnya kulit berjerawat.
    • Sangat tepat kalau Anda memilih produk kecantikan dengan komposisi dasar air. Sehingga sangat membantu untuk mencegah tumbuhnya jerawat.
  • Penting untuk selalu diingat dan dilakukan untuk tidak pernah memencet komedo atau jerawat. Khususnya menggunakan tangan yang belum terjamin kebersihannya. Termasuk ketika kulit wajah belum dibersihkan sebelumnya.

Nah, itulah berbagai saran yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi jerawat sebandel apapun.

Kalau di bagian bibir muncul benjolan seperti jerawat, tapi Anda masih meragukannya apakah benar jerawat atau herpes segeralah mengunjungi dokter kulit.

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosa yang tepat.

Sekaligus mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tanpa risiko berbahaya.

Biasanya Anda akan mendapatkan terapi atau obat khusus untuk menyembuhkannya.

Hal ini umumnya akan disesuaikan dengan kondisi dari permasalahan kulitnya. Jadi sebaiknya Anda mengikuti apa yang disarankan oleh dokter.

Dokter kulit akan membantu menuntaskan permasalahan kulit Anda.

Dengan cara mengendalikan pertumbuhan jerawat di bibir.

Termasuk juga jerawat yang tumbuh di bagian tubuh lainnya.

Selain itu, dokter juga akan berusaha menekan pertumbuhan jaringan parut, dan berbagai risiko kerusakan kulit lainnya.

Untuk pengobatan yang tepat, bisa juga berkonsultasi dengan dokter.

Foto stylecraze.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *